Pengakuan Penulis
Halo, pembaca tulisan yang diharapkan turut berbahagia. Penulis ingin menyampaikan sebuah pengakuan, pengakuan keresahan perasaan. Berangkat dari sebuah pertemanan yang tak sengaja bertemu. Melibatkan penulis dan adik kelas penulis masa SMA. Ya ceritanya cukup singkat, kita satu rombongan ekspedisi mendaki gunung Lawu saat itu. Setelah itu, kukira cerita akan selesai dan hanya saling mengetahui "Oh dia yang naik lawu itu". Ternyata cerita itu berlanjut, ketika cuitan-cuitan mutualan di twitter pikirku ada baiknya aku punya kontaknya, sebelumnya pernah bertemu juga jadi tidak menjadi masalah perihal canggung dan memulai dari awal. Kuberanikan mengetik di kolom pesannya "*nomor dirahasiakan* wa aku *inisial dirahasiakan* kui nomorku" Sudah itu saja, akhirnya adik kelas penulis menjadi teman bercakap penulis dengan semudah itu. Ya wajar saja, kami sudah kenal sebelumnya. Ternyata percakapan yang kami usung sama-sama berangkat dari bagaimana kami terjatuh, rasanya waja...